Oral seks

Nah bisa diambil kesimpulan disini, berarti masalah jijik itu datangnya dari perasaan masing – masing orang bukanlah digunakan sebagai tolok ukur dan juga alasan diharamkannya sesuatu hal.

Oral seks-86

Selain itu juga apa pantas jika mulut dan lidah biasanya digunakan untuk memanjatkan doa, berdzikir membaca Al Quran malah dipakai untuk melakukan oral.

Namun, meskipun demikian tindakan oral tidak dikategorikan ke hal yang diharamkan, hanya dikategorikan makruh (jika dilakukan tidak mendapatkan pahala dan jika tidak dilakukan akan mendapatkan pahala).

Baca juga : Kalau mengingat pendapat sebagian ulama bahwa jangankan untuk melakukan aktivitas menjilat ataupun mengecuk bagian kemaluan istri, untuk bisa melihatnya saja sudah termasuk dalam kategori makruh.

Namun, hadits-hadits yang menjelaskan larangan melihat bagian kemaluan istri ialah dhaif bahkan bisa dikatakan penjelasan palsu, dan juga sudah bertentangan serta bertolak belakang dengan hadits-hadits shahih yang menjelaskan justru melihat kemaluan istri justru diperbolehkan.

Baca juga : Nah dengan demikian madzi jika tertelan bisa dikatakan haram karena kenajisannya yang kemungkinan besar akan bisa terjadi saat anda melakukan aktivitas oral seks.

Selain itu ada yang berpendapat bahwa perilaku tersebut merupakan tingkah laku yang dilakukan oleh binatang oleh karena itu kita dilarang melakukan hal tersebut. Berdasarkan penjelasan dari Imam Abul Walid Ahmad bin Rusyd (Al Bayan wat Tahshil, 5/79) Bisa dikatakan makruh karena sebagian berpendapat bahwa melakukan oral belum tentu madzi yang keluar dari kelamin ikut tertelan.

Padahal, jika dilihat mungkin sebagian orang akan merasa jijik dengan meminum kencing unta tersebut.

Namun riwayat tersebut hanya dijadikan sebagai dalil oleh sebagian ulama saja mengenai kondisi sucinya air kencing unta.

Nah apabila najis madzi ini tidak sengaja tertelan, maka hukumnya haram. Diperkuat dengan hadist di bawah ini : Dari ‘Ali, dia berkata, “Saya adalah laki-laki yang mudah keluar madzi, maka aku perintah seseorang untuk bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lantaran posisiku sebagai mantu beliau (maksudnya Ali malu bertanya sendiri), maka orang itu bertanya, lalu Rasulullah menjawab, “Wudhulah dan cuci kemaluanmu.” (HR. 269) Menurut penjelasan di atas sudah sangat jelas bahwa madzi adalah sebuah najis, namun walau demikian tidak diwajibkan untuk melakukan mandi janabah.

Cukup mencuci kemaluan dan melakukan wudhu (mensucikan diri).

LIS (30), warga Kabupaten Simalungun, yang dahulunya bekerja di rumah sakit itu dipaksa Hermantono Tambunan (40) melakukan oral seks dan terakhir pada 8 Desember 2017.

Comments are closed.